Berita Terkini

Panggung Demokrasi Muda: SMAN 1 Wonogiri Gelar Debat Calon Ketua OSIS

Wonogiri, 26 September 2025 – Suasana hangat penuh antusiasme memadati lapangan upacara SMA Negeri 1 Wonogiri. Di hadapan jajaran guru, tenaga pendidik, seluruh siswa kelas X, XI, dan XII serta disaksikan secara langsung oleh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri 3 (Tiga) Calon ketua OSIS yang akan berkontestasi pada Pemilihan Ketua OSIS 29 September 2025 yaitu Halimatus Syifa Suci Sofiana, Muhammad Akmal Musyaffa, dan Arju Hamdal Aziz menyampaikan visi, misi dan programnya. Debat kali ini menjadi sorotan khusus karena SMA N 1 Wonogiri terpilih sebagai salah satu sekolah Pilot Project KPU Kabupaten Wonogiri dalam Pemilihan Ketua OSIS sehingga mendapatkan pendampingan intensif. Hadir langsung pada kegiatan ini Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Bapak Satya Graha didampingi oleh Bapak Irawan Ary Wibowo, Anggota KPU Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, serta Bapak Doni Hafidhian, Anggota KPU Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Wonogiri menekankan pentingnya mempersiapkan pemimpin sejak dini. "Pemimpin itu harus disiapkan. Bukan hanya disiapkan badannya, tetapi juga pikiran, perkataan, dan terutama hatinya," ujar Bapak Satya dengan suara tegas. "Pemimpin yang baik haruslah disiapkan dengan baik. Hari ini, kalian bukan hanya memilih, tetapi kalian sedang melihat dan menguji calon-calon pemimpin terbaik yang telah disiapkan dengan baik. Proses ini adalah cerminan bagi bangsa kita di masa depan."lanjutnya.  Pesan dari Ketua KPU ini memberikan bobot tersendiri, mengingatkan bahwa pemilihan ketua OSIS adalah bagian tak terpisahkan dari pendidikan karakter dan kepemimpinan. Bapak Irawan Ary Wibowo menjelaskan bahwa KPU Kabupaten Wonogiri mencoba mereplikasi tahapan Pemilu pada Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) dengan tujuan utama  memberikan edukasi demokrasi bukan hanya secara teoritis namun hingga tataran praksis agar siswa yang dalam hal ini adalah calon pemilih pemula pada Pemilu 2029 mendapatkan pengalaman empiris baik sebagai peserta, penyelenggara maupun pemilih. Secara umum, kegiatan kampanye terbuka dan debat diikuti dengan sangat antusias oleh seluruh warga sekolah. Mereka berharap bahwa proses ini akan melahirkan pemimpin yang terbaik yaitu seseorang yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu mewujudkan janji dan menjadi teladan bagi seluruh siswa. (IAW)

Blusukan dalam Kolaborasi Demokrasi, KPU dan Bawaslu laksanakan Coklit Terbatas Jilid 2

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri kembali melaksanakan kegiatan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Terbatas dalam rangka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2025 Jilid 2, pada Selasa, 23 September 2025. Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak ini menyasar lima wilayah kecamatan, yaitu Ngadirojo, Nguntoronadi, Sidoharjo, Girimarto, dan Jatipurno. Seluruh jajaran KPU Kabupaten Wonogiri terlibat langsung, mulai dari Ketua, Anggota, hingga Sekretariat KPU, Turut hadir mendampingi, Bawaslu Kabupaten Wonogiri. Dalam pelaksanaannya, KPU Kabupaten Wonogiri membagi personel menjadi lima tim. Masing-masing tim dipimpin oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Wonogiri, serta didampingi oleh pejabat dan staf Sekretariat. Setiap tim melaksanakan pencocokan dan penelitian data pemilih dengan mendatangi langsung masyarakat yang telah ditentukan sebagai sampel. Kegiatan Coklit Terbatas ini merupakan bagian dari langkah KPU dalam menjaga validitas dan akurasi data pemilih berkelanjutan. Data yang akurat sangat penting untuk memastikan terpenuhinya hak pilih masyarakat pada Pemilu dan Pemilihan yang akan datang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendeteksi sejak dini adanya potensi permasalahan terkait daftar pemilih, seperti data ganda, pemilih tidak memenuhi syarat, maupun pemilih pemula yang belum terdaftar. Ketua KPU Kabupaten Wonogiri menegaskan bahwa pelaksanaan Coklit Terbatas tidak hanya sekadar kegiatan administratif, melainkan juga wujud komitmen KPU dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap warga Wonogiri yang memiliki hak pilih dapat tercatat dengan benar, sehingga tidak ada hak konstitusional yang terabaikan,” ungkapnya. Lebih lanjut, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendukung proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). KPU Wonogiri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu proaktif dalam melaporkan perubahan data kependudukan, seperti pindah domisili, perubahan status perkawinan, atau adanya anggota keluarga yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih baru, meninggal dunia, atau perubahan status lainnya. Dengan pelaksanaan Coklit Terbatas secara serentak di lima kecamatan tersebut, KPU Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas data pemilih yang mutakhir, valid, dan akurat, demi terwujudnya pemilu yang berkualitas dan berintegritas di Kabupaten Wonogiri. (AA)

Pemuda Berdaya Desa Berjaya

Sabtu, 20 September 2025- Dalam upaya menguatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan desa, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri berkolaborasi dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar seminar anti korupsi dan penyelamatan generasi muda bertajuk “Spirit Demokrasi dalam Membangun Karakter Generasi Muda Anti Korupsi.” Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kerja  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan di Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto. Seminar yang berlangsung di Balai Desa Mojopuro ini menghadirkan dua narasumber yaitu Irawan Ary Wibowo (Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Wonogiri) dan Bayu Widayako, (Pendamping Desa Kecamatan Jatiroto) serta dipandu oleh Ferdiansyah Ishaq (Mahasiswa program studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).  Dalam paparannya Irawan menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi telah menorehkan berbagai proses perubahan sosial dan politik yang signifikan. Pemuda sebagai agen perubahan memiliki peran vital dalam menjaga kelangsungan demokrasi dan memajukan pembangunan. Ia menegaskan bahwa demokrasi bukan hanya sistem politik, melainkan sistem nilai dan budaya yang menuntut toleransi, keterbukaan dan penghargaan terhadap perbedaan. Demokrasi membutuhkan beberapa aspek fundamental yang harus dijaga dan dikembangkan bersama diantaranya partisipasi aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan, transparansi dan akuntabilitas pejabat dan pengelola pembangunan agar bertanggung jawab atas setiap tindakan dan hasil kerjanya, kebebasan berpendapat sebagai hak dasar warga negara yang harus dijamin dan dihormati serta peningkatan kesadaran politik masyarakat agar mampu memahami dan berpartisipasi secara bermakna. Disisi lain Bayu Widayako menyampaikan  bahwa pemuda sebaiknya menjadi bagian aktif dalam tahapan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pengawasan pelaksanaan pembangunan. Bayu menekankan bahwa pemuda bukan hanya sekadar penerima manfaat, melainkan pengawal proses pembangunan agar supaya berjalan transparan dan tepat sasaran. Dalam sambutannya baik Pemerintah desa Mojopuro maupun Pemerintah kecamatan Jatiroto mengapresiasi atas kolaborasi yang dilakukan dalam rangka membina generasi muda di Desa Mojopuro. Hadir dalam kegiatan jajaran  Forkompincam Kecamatan Jatiroto, perangkat desa, tokoh masyarakat, mahasiswa dan karang taruna desa. Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang berdaya dan berintegritas tinggi hingga mampu membawa perubahan positif bagi desa. Dengan pengetahuan dan motivasi yang diperoleh, pemuda di Desa Mojopuro diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan, berperan dan turut serta dalam mengawasi pembangunan yang transparan dan akuntabel serta menjadi motor penggerak demokrasi di tingkat desa serta mendorong terciptanya pemerintahan desa yang bersih dari korupsi. Selain itu kedepan dapat memperkuat sinergi antara berbagai pihak seperti KPU, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, guna keberlanjutan pembangunan desa yang berdaya dan demokratis.(IAW)

Serahkan Buku Pemilu, KPU Wonogiri Berharap Semangat Volunteerisme Pemilu Tumbuh Melalui Budaya Literasi

Budaya literasi mempunyai keterkaitan yang kuat dengan proses demokrasi di Indonesia. Ideologi partai politik dan latar belakang calon dapat diketahui dan dipahami masyarakat dengan membaca. Hasil survei yang dilakukan oleh GoodStats pada Januari hingga Februari 2025 menunjukkan fakta hanya satu dari lima orang yang rutin membaca buku setiap hari. Minimnya minat baca ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya motivasi untuk membaca, minimnya akses ke bahan bacaan yang berkualitas, serta pengaruh budaya yang cenderung lebih mementingkan hiburan instan seperti media sosial atau televisi. Padahal, membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan pengetahuan. Termasuk pada proses Pemilu dan Pilkada. Pemahaman penerapan demokrasi di Indonesia, sistem Pemilu, memahami visi misi, idiologi partai politik semuanya dapat dipahami melalui membaca. Selaras dengan hal tersebut, KPU Kabupaten Wonogiri pada hari Senin, 22 September 2025 menyerahkan buku hasil Pemilu dan Pemilihan yang telah diselenggarakan pada tahun 2024 kepada Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Wonogiri.  Buku yang diserahkan meliputi kumpulan C Hasil Perolehan Suara di TPS pada Pemilu dan Pemilihan, buku Pemilu Dalam Angka, buku Lensa Pemilu, buku Profil Calon Terpilih dan buku Pengelolaan Logistik Pilkada Tahun 2024. Buku-buku tersebut merupakan rangkuman penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan tahun 2024 di Kabupaten Wonogiri. Selain sebagai bahan bacaan, buku tersebut dapat digunakan sebagai basis data penelitian berkaitan dengan Pemilu dan Pemilihan. Hadir dalam penyerahan buku tersebut Ketua KPU Kabupaten Wonogiri dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri, Mawan Tri Hananto, S.STP, M.Si beserta arsiparis Perpusda. “Setiap tahapan Pemilu kami dokumentasikan dalam bentuk buku, hari ini kami serahkan kepada Dinas Arsip dan Perpustakaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi di Wonogiri khususnya perihal pentingnya Pemilu dan Demokrasi” ujar Satya, mengawali sambutannya. Satya yang hadir bersama seluruh anggota KPU menyerahkan buku Buku Pemilu Dalam Angka dan 4 judul buku lainnya. Selain berbentuk hardcopy, KPU Kabupaten Wonogiri juga menyerahkan dalam bentuk softfile.  Satya berharap dengan masuknya buku ini ke perpustakaan, mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya demokrasi dan Pemilu. Sedangkan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan menegaskan pentingnya mengelola arsip dan dokumentasi. “Arsip  akan menjadi bukti yang suatu saat akan sangat dibutuhkan ketika terjadi hal-hal tertentu” ujar mantan camat Jatipurno ini. Menjadi tugas bersama kita untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat di Kabupaten Wonogiri yang saat ini baru menyentuh di angka 45,67%. “Terima kasih kami ucapkan kepada KPU Kabupaten Wonogiri atas koleksi bukunya, kalau masih ada koleksi lainnya kami siap menerima” pungkas Mawan. (SHD-Red)

Validasi Data Hingga Desa, KPU Kabupaten Wonogiri Lakukan Coklit Terbatas

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Wonogiri melakukan kegiatan Pencocokan dan Penelitian terbatas (coklit terbatas). Kegiatan ini merupakan rangkaian pelaksanaan tahapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2025. Dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Satya Graha, Kegiatan Coklit terbatas ini dilaksanakan serentak di 5 Kecamatan yaitu Wonogiri, Selogiri, Manyaran, Wuryantoro, dan Eromoko pada hari Rabu, 10 September 2025. Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Dwi Prasetyo selaku kordinator kegiatan dalam apel persiapan coklit terbatas menyampaikan bahwa kegiatan coklit terbatas ini dimaksudkan untuk  melakukan penyesuaian data di DPT berdasarkan data DP4 dan/atau dokumen kependudukan yang sah. “Coklit terbatas bertujuan untuk memperbaiki dan memperbaharui sesuai dengan data kependudukan, meliputi pendataan pemilih baru, perbaikan elemen data, pencoretan data yang tidak sesuai berdasarkan KTP-el wilayah Kabupaten Wonogiri” ungkap Dwi. Kegiatan coklit terbatas tersebut diawali dengan apel dan pengarahan oleh Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Dwi Prasetyo dilanjutkan dengan kordinasi dengan pemangku wilayah setempat yaitu kantor kecamatan dan kantor desa/kelurahan sesuai wilayah penugasan, serta  meminta ijin untuk melakukan kegiatan coklit terbatas di wilayah tersebut dan menyampaikan surat pemberitahuan coklit terbatas (Surat Dinas Nomor 288/PP.07- SD/3312/2025 tertanggal 8 September 2025). Sebelum berangkat ke tempat penugasan, Ketua KPU berpesan “hari ini kita melakukan pelayanan langsung kepada warga. Jaga sikap dan perkataan kita, karena kunjungan kita hari ini akan membekas bagi mereka, keluarga dan lingkungannya. Tunjukkan bahwa kita benar-benar tulus dalam melayani” kata Satya. Dalam kegiatan tersebut, KPU Kabupaten Wonogiri membagi personil menjadi 5 tim yang dipimpin oleh masing-masing Ketua dan Anggota KPU didampingi oleh Pejabat dan staf Sekretariat KPU Kabupaten Wonogiri. Dalam kegiatan Coklit terbatas tersebut, KPU Kabupaten Wonogiri melakukan coklit kepada 25 orang di wilayah Kabupaten Wonogiri. Tiap tim KPU Kabupaten Wonogiri membawa Formulir Model A-Daftar Pemilih-PDPB sebagai alat untuk melakukan coklit terbatas. Dalam pelaksanaan coklit terbatas tersebut, KPU Kabupaten Wonogiri mendapat pendampingan dan pengawasan dari Bawaslu Wonogiri. Keikutsertaan Bawaslu Wonogiri dalam kegiatan coklit terbatas ini adalah untuk memastikan bahwa kegiatan ini sudah dijalankan dengan baik serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan di semua kecamatan. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah perbaikan data pemilih sesuai hasil coklit terbatas yang akan di rekapitulasi bersama data lainnya untuk kemudian ditetapkan di rapat pleno Penetapan Perubahan Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan III pada awal Oktober 2025. (AL/Red)

Membaca Pesan di Balik 25 Ribu Suara Tidak Sah Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri Tahun 2024

Sebagai upaya meningkatkan kualitas demokrasi dan melakukan mitigasi persoalan yang berpotensi terjadi pada pelaksanaan Pilkada mendatang, KPU Kabupaten Wonogiri mengadakan diseminasi penelitian Invalid vote pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri Tahun 2024 yang dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Berprestasi (IMAPRES) Wonogiri pada Selasa, 9 September 2025. Tim Imapres Wonogiri telah melakukan pengumpulan data dari responden di wilayah Kabupaten Wonogiri pada periode Juli – Agustus 2025. Data resmi KPU Wonogiri mencatat, dalam Pilbup 2024 terdapat 25.599 suara tidak sah atau 4,34% dari total seluruh suara. Angka ini melonjak tajam, naik 83,95% dibanding Pilbup 2020 yang hanya mencatat 13.912 suara (2,68%). Data inilah yang memicu Imapres melakukan kajian khusus untuk menelisik apa yang sebenarnya terjadi di balik fenomena meningkatnya invalid vote tersebut. Dalam pelaksanaan survei, 8,3% responden Gen Z (lahir 1995–2010) mengaku secara sengaja merusak surat suara. Angka ini menyumbang 77,3% dari total suara tidak sah yang disengaja, menjadikan generasi muda sebagai aktor utama dalam tren protes politik melalui surat suara. Di sisi lain, lebih dari 90% responden di semua kelompok usia mengaku paham cara mencoblos. Bahkan, 78,6% pemilih usia di atas 60 tahun menyatakan sangat paham. Fakta ini memperlihatkan bahwa lonjakan invalid vote tidak bisa hanya dijelaskan oleh kurangnya pemahaman teknis. Dalam risetnya IMAPRES memetakan penyebab invalid vote menjadi dua faktor besar yaitur faktor rasional dan faktor teknis. Sedangkan Motif di Balik Suara Tidak Sah menjadi 4 kategori yaitu desengaja, tidak disengaja, karena tekanan, dan sikap apatis. Forum diseminasi menyepakati beberapa langkah perbaikan, antara lain: memperkuat literasi politik agar pemilih memahami visi-misi kandidat, menyederhanakan desain surat suara, memeratakan kualitas layanan KPPS, serta membuka ruang dialog berkelanjutan antara penyelenggara, masyarakat, dan akademisi. Dalam menanggapi hasil Riset dari IMAPRES, Ketua KPU Wonogiri Satya Graha dalam sambutannya menegaskan bahwa demokrasi lokal harus diperkuat dengan evaluasi berbasis riset dan keterbukaan terhadap kritik. “KPU Wonogiri akan terus menanamkan nilai-nilai demokrasi di Wonogiri tanpa mematikan daya nalar kritis masyarakat terutama golongan Pemilih Pemula” ujar Satya. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua dan Anggota KPU, Ketua dan Anggota Bawaslu, Pimpinan Partai Politik, Perwakilan Kesbangpol, media cetak dan elektronik, serta Tim IMAPRES Wonogiri yang menyampaikan hasil penelitiannya. (AL/Red)