Berita Terkini

OLAHRAGA DAN OLAHRASA BERSAMA LANSIA

Wonogiri — KPU Kabupaten Wonogiri melaksanakan kegiatan  Olahraga dan Olahrasa bersama Lansia berupa Pendidikan Pemilih bagi kelompok rentan yang menyasar para lansia di Panti Sasana Tresna Wreda Wonogiri, Jumat 28 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KPU untuk memperluas jangkauan edukasi pemilih sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Kegiatan dimulai dengan jalan santai sejauh 2,5 kilometer yang diikuti oleh Ketua, Anggota, pejabat, serta staf KPU Kabupaten Wonogiri. Rombongan berangkat dari kantor KPU dan finis di Panti Sasana Tresna Wreda Wonogiri. Sesampainya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh jajaran pengurus panti yang berada di bawah naungan Yayasan Dharma Bhakti. Ketua Pengurus Panti Sasana Tresna Wreda, H. Maryanto, S.Sos., MM, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan KPU Wonogiri. Ia menjelaskan bahwa panti yang dipimpinnya menampung lansia dengan kondisi beragam, termasuk beberapa di antaranya yang telah menghabiskan masa hidupnya di panti hingga wafat. “Kami sangat mengapresiasi perhatian KPU kepada para simbah di sini. Kegiatan seperti ini memberi semangat dan kebahagiaan bagi mereka,” ujarnya. Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Satya Graha, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari Pendidikan Pemilih sekaligus wujud kepedulian KPU terhadap kelompok rentan. “Ini adalah kegiatan sambung rasa dan bentuk berbagi keluarga besar KPU. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan pada kesempatan berikutnya,” ungkapnya. Sesi utama Pendidikan Pemilih disampaikan oleh Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM, Irawan Ary Wibowo. Dalam paparannya, ia mengajak para lansia untuk tetap semangat serta tidak ragu menggunakan hak pilih pada Pemilu dan Pemilihan mendatang. “Para simbah tetap memiliki peran penting dalam demokrasi. Hak pilih harus digunakan dengan baik,” tegasnya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan donasi dari keluarga besar KPU Kabupaten Wonogiri kepada pihak panti. Suasana keakraban semakin terasa ketika seluruh peserta mengikuti yel-yel bersama, sebelum acara ditutup dengan menikmati bubur kacang ijo yang disiapkan panitia. Melalui kegiatan ini, KPU Wonogiri menegaskan komitmennya untuk terus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan, guna memastikan mereka tetap terlibat aktif dalam proses demokrasi. (AL/Humas KPU)

KPU Kabupaten Wonogiri Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kerja

Wonogiri — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan KPU Kabupaten Wonogiri, dengan menghadirkan Ibu Ririn Riadiningsih, S.Sos, perwakilan dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB dan P3A) sekaligus Pendamping Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Wonogiri sebagai narasumber, Selasa, 12 November 2025. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Satya Graha, yang dalam arahannya menyampaikan bahwa upaya pencegahan kekerasan seksual merupakan bagian penting dari komitmen KPU dalam membangun lingkungan kerja yang berintegritas, aman, dan berkeadilan bagi seluruh pegawai. “Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah konkret KPU Kabupaten Wonogiri untuk memastikan bahwa nilai-nilai integritas tidak hanya diterapkan dalam penyelenggaraan Pemilu, tetapi juga dalam budaya kerja sehari-hari,” ujar Satya Graha. Selama kegiatan berlangsung, jalannya acara dipandu oleh Doni Hafidhian, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Wonogiri, yang bertindak sebagai moderator dan diikuti oleh Ketua dan anggota KPU Kabupaten Wonogiri, Pejabat Struktural dan staff sekretariat KPU Kabupaten Wonogiri, mahasiswa magang dari Universitas Veteran Bangun Nusantara dan Universitas Slamet Riyadi. Dalam paparannya, narasumber Ibu Ririn Riadiningsih, S.Sos menyampaikan berbagai hal terkait upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kerja, termasuk bentuk-bentuk kekerasan seksual, mekanisme pelaporan, serta peran penting setiap individu dalam menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghormati. Materi yang disampaikan mendapatkan perhatian dan antusiasme dari para peserta, karena dikemas secara menarik dan relevan dengan situasi kerja sehari-hari. Menutup paparannya, Ibu Ririn berpesan bahwa pencegahan kekerasan seksual harus dimulai dari kesadaran bersama untuk menghargai sesama dan berani bersuara ketika melihat atau mengalami tindakan yang tidak pantas. “Keimanan menjadi kunci utama dalam mencegah kita dari perbuatan yang tidak sesuai aturan. Dengan menanamkan nilai-nilai moral dan menjalankan segala sesuatu sesuai ketentuan yang berlaku, kita tidak hanya menjaga diri dari kerugian, tetapi juga turut menjunjung tinggi martabat manusia,” tegasnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran KPU Kabupaten Wonogiri semakin memahami bahwa mencegah kekerasan seksual bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, beretika, dan menghargai satu sama lain. (AA)

Hadapi Kendala Layanan PDPB, KPU Wonogiri Gelar Forum Konsultasi Publik

Wonogiri – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik tentang Layanan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan dengan pemangku kepentingan serta tokoh Masyarakat pada Selasa, 11 November 2025. Kegiatan ini bertempat di Aula KPU Kabupaten Wonogiri dengan turut mengundang Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Kepala Lapas Wonogiri, Komandan Kodim 0728 Wonogiri, Kapolres Wonogiri, Kepala Kesbangpol Wonogiri, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Wonogiri, Kepala Kemenag Wonogiri serta Tokoh Masyarakat Wonogiri. Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun saran dan masukan dari pemangku kepentingan untuk peningkatan kualitas pelayanan PDPB, meningkatkan pemahaman publik terhadap proses dan mekanisme PDPB, dan memperkuat transparasi dan akuntabilitas KPU dalam penyelenggaraan layanan publik di bidang data pemilih. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan pembacaan doa, lalu dilanjutkan sambutan dari Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Satya Graha. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Forum Konsultasi Publik yang dilaksanakan merupakan sebuah langkah strategis untuk memastikan standar pelayanan yang disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan secara efektif di lapangan. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Dwi Prasetyo. Ia menjelaskan bahwa Forum Konsultasi Publik menjadi wadah penting dalam pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. “Forum ini berperan untuk menyerap masukan, saran, dan aspirasi dari masyarakat dan pemangku kepentingan, meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses pemutakhiran data pemilih, menjamin transparansi dan akuntabilitas layanan PDPB, serta Forum ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kualitas daftar pemilih”, ujar Dwi Prasetyo. Dalam pelaksanaan layanan PDPB masih menghadapi sejumlah kendala, seperti kendala teknis dalam pengelolaan dan pemutakhiran data akibat perbedaan data kependudukan dari Kemendagri dan DPT yang ada, minimnya partisipasi masyarakat dalam pelaporan perubahan data, dan belum optimalnya koordinasi antara KPU Kab. Wonogiri dengan pihak-pihak terkait. Pada saat forum berlangsung peserta aktif memberikan tanggapan dan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada dalam layanan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan di KPU Kabupaten Wonogiri. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Wonogiri, Rahmat Imam Santoso menyatakan, “supaya KPU Kabupaten Wonogiri mempunyai kekuatan hukum dan setiap stakeholder memiliki kewajiban, maka untuk kedepannya agar KPU Kabupaten Wonogiri membuat draft MoU dengan beberapa stakeholder dalam rangka mendapatkan data pemilih yang berubah”. Sementara itu perwakilan dari Paur Subbag Kerma Bag Ops Polres Wonogiri, Untung Subekti, menyatakan, “agar KPU Kabupaten Wonogiri bekerja sama dengan bagian SDM Polres Wonogiri karena setiap tahunnya terdapat sekitar 15 - 20 anggota yang pensiun.” Acara diakhiri dengan pembacaan kesimpulan dan penandatanganan berita acara kesepakatan Forum Konsultasi Publik sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. (Rendatin)

250 SISWA SMPN 2 WONOGIRI GRUDUK KPU: LEVEL UP! DARI PELAJAR JADI PEMILIH CERDAS

Wonogiri – Suasana Kantor KPU Kabupaten Wonogiri Rabu, 29 Oktober 2025 pagi tampak lebih semarak dari biasanya. Sebanyak 250 siswa SMP Negeri 2 Wonogiri “menggruduk” KPU Kabupaten Wonogiri dalam kegiatan kunjungan edukatif bertajuk Dhayohe KPU “Level Up! Dari Pelajar Menjadi Pemilih Cerdas.” Rombongan siswa datang sekitar pukul 08.00 WIB, disambut hangat oleh jajaran Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Wonogiri. Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Satya Graha, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi sekaligus rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. “Selamat datang di KPU Wonogiri. Jadikan hari ini sebagai pengingat, bahwa kalian pernah belajar langsung tentang demokrasi dan kepemiluan di sini. Empat tahun lagi, kalian akan memiliki hak pilih. Gunakan hak pilihmu dengan bijak, pilih yang terbaik dari yang ada, karena kalianlah yang akan menentukan masa depan bangsa ini,” pesan Satya penuh semangat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi demokrasi dan kepemiluan di kalangan pelajar, agar sejak dini mereka memahami pentingnya peran serta warga negara dalam proses demokrasi. Para siswa dibagi menjadi dua kelompok besar untuk mengikuti dua sesi kegiatan yang berbeda. Pada Sesi I yang berlangsung di Aula KPU Kabupaten Wonogiri, Irawan Ary Wibowo, selaku Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM, tampil sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Irawan menekankan pentingnya menjadi pemilih cerdas dengan rumus 3P: Periksa, Pilih, Pantau. “Periksa rekam jejaknya, pilih sesuai hati nurani, dan pantau kinerjanya setelah terpilih. Dengan begitu, kalian bisa jadi pemilih yang benar-benar menjadi pemilih berdaulat dan bertanggung jawab,” ujarnya. Sementara itu, Sesi II diisi dengan simulasi dan praktik proses Pemilu yang dipandu oleh Tim Sekretariat KPU Kabupaten Wonogiri. Dalam sesi ini, para siswa antusias mempraktikkan cara mencoblos, mengenal tahapan Pemilu, hingga memahami siapa saja penyelenggara yang berperan di balik jalannya pesta demokrasi. Kegiatan semakin seru karena siswa-siswi juga diajak berinteraksi langsung dalam simulasi seolah menjadi pemilih dan petugas TPS, sehingga suasana edukasi terasa hidup dan menyenangkan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 2 Wonogiri  Dra. Wiwik Sri Wigati bersama para guru pendamping. Pihak KPU yang hadir meliputi Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Wonogiri, Sekretaris, serta jajaran sekretariat yang menjadi fasilitator kegiatan. Kunjungan edukatif ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak dini, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para siswa SMPN 2 Wonogiri dalam memahami arti penting Pemilu dan peran aktif warga negara. “Seru banget! Ternyata belajar tentang Pemilu bisa menyenangkan juga,” ujar salah satu siswa dengan antusias usai kegiatan. Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Wonogiri berharap semangat dan nilai-nilai demokrasi dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda, karena merekalah calon pemilih masa depan yang akan menentukan arah bangsa di tahun-tahun mendatang. (AL/Humas)

KPU Kabupaten Wonogiri Lakukan Koordinasi Dengan Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri Untuk Perkuat Akurasi Data Pemilih

Wonogiri – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Wonogiri koordinasi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri terkait Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan yang berlangsung di Kantor Kemenag Kabupaten Wonogiri. Koordinasi ini merupakan langkah konkret KPU Kabupaten Wonogiri guna memastikan validitas data pemilih potensial. Salah satu aspek yang penting adalah pendataan penduduk yang telah menikah namun belum berusia 17 Tahun. Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Satya Graha menjelaskan bahwa koordinasi tersebut penting untuk memastikan seluruh warga negara yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya. Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, warga negara Indonesia yang belum berusia 17 tahun tetap berhak menjadi pemilih apabila sudah menikah. “Kami ingin memastikan tidak ada pemilih yang kehilangan haknya, termasuk mereka yang secara hukum telah menikah meski belum berusia 17 tahun. Untuk itu, kami memerlukan data akurat dari Kemenag terkait status pernikahan mereka,” ujar Ketua KPU Wonogiri dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025). Koordinasi antara KPU dan Kemenag mencakup sinkronisasi data pernikahan dari Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh kecamatan. Data tersebut nantinya akan diverifikasi dan dicocokkan dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang diterima dari Kementerian Dalam Negeri. Kepala Kemenag Kabupaten Wonogiri, H. Haryadi, menyambut baik langkah tersebut. Ia menegaskan pihaknya siap membantu KPU menyediakan data yang diperlukan sepanjang sesuai dengan ketentuan perlindungan data pribadi. “Kami berkomitmen mendukung proses demokrasi dengan memberikan data yang diperlukan dan memastikan validitas data pemilih potensial” ujarnya. Melalui koordinasi lintas lembaga ini, diharapkan proses penyusunan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) dapat berlangsung lebih akurat dan inklusif, serta menjamin seluruh warga yang memiliki hak pilih dapat berpartisipasi dalam pesta demokrasi secara sah. (RAN/ed. AN)

SMK PANCASILA 3 BATURETNO GELAR PENDIDIKAN PEMILIH BERSAMA KPU WONOGIRI JELANG PEMILIHAN KETUA OSIS

Baturetno — Dalam rangka menyongsong pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (PILKETOS), SMK Pancasila 3 Baturetno menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pemilih bagi seluruh siswa-siswi pada Kamis (23/10/2025) di halaman sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan penerapan nilai-nilai demokrasi sejak dini, serta memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai proses pemungutan dan penghitungan suara yang sesuai dengan prosedur resmi sebagaimana diterapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebelum pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS, pihak sekolah menghadirkan KPU Kabupaten Wonogiri sebagai narasumber untuk memberikan pembekalan dan simulasi terkait proses pemilu dan pemilihan. Acara dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMK Pancasila 3 Baturetno, Agus Aryanto, S.Pd. yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan tersebut bagi para siswa. “Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan berharga untuk belajar hal-hal yang tidak ditemukan dalam pelajaran sehari-hari. Semoga para siswa dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh narasumber sebagai bekal kehidupan dan pembelajaran demokrasi ke depan,” ujar Agus. Sebagai narasumber, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklihparmas dan SDM) KPU Kabupaten Wonogiri, Irawan Ary Wibowo di hadapan kurang lebih 1.035 siswa-siswi, menjelaskan pentingnya memahami proses demokrasi melalui kegiatan pemilihan. Ia menekankan bahwa siswa merupakan generasi penerus bangsa yang perlu memiliki kesadaran terhadap nilai-nilai demokrasi. “Dalam setiap proses pemilihan, terdapat tiga unsur penting yang harus ada, yakni calon, penyelenggara, dan pemilih. Ketiganya memiliki peran penting agar proses demokrasi berjalan jujur, adil, dan transparan,” ungkap Irawan. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang dipandu langsung oleh Tim Sekretariat KPU Kabupaten Wonogiri. Simulasi dilaksanakan secara bertahap (step by step) agar siswa memahami secara menyeluruh tata cara pemungutan suara yang baik, tertib, dan sesuai dengan prinsip demokrasi. Suasana kegiatan berlangsung seru, menarik, dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab, serta bersemangat mengikuti kuis interaktif yang diselingi dengan pembagian doorprize menarik. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMK Pancasila 3 Baturetno tidak hanya memahami proses demokrasi secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sekolah, khususnya dalam pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS yang demokratis, jujur, dan berintegritas. (AL/Humas)