Berita Terkini

KPU Wonogiri Bagikan 250 Paket Buka Puasa Dan Sosialisasi Kepemiluan Dan Pendidikan Pemilih Di RSUD Soediran Mangun Sumarso

Wonogiri - Selama ini berbagi takjil dilakukan di perempatan jalan, lampu merah dan tempat-tempat terbuka lainnya. Lain halnya dengan apa yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri.  KPU Kabupaten Wonogiri membagikan 250 paket buka puasa sebagai bentuk kepedulian sosial KPU Kabupaten Wonogiri kepada masyarakat khususnya kepada keluarga pasien yang sedang menunggu anggota keluarganya di RSUD Soediran Mangun Sumarso Wonogiri untuk menghadirkan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan. Selain pembagian paket buka puasa, KPU Kabupaten Wonogiri juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan sosialisasi kepemiluan dan pendidikan pemilih dengan membagikan flyer kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya partisipasi dalam demokrasi serta peran KPU dalam penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil. “Melalui pembagian buka bersama hari ini, KPU Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan tugas penyelenggaraan Pemilu, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai lembaga yang peduli dan responsif terhadap lingkungan sosial, kegiatan ini kami barengi dengan penyampaian pendidikan demokrasi dan informasi kepemiluan” ujar Satya Graha, Ketua KPU Kabupaten Wonogiri. KPU Kabupaten Wonogiri berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara sosial, tetapi juga memperkuat kedekatan lembaga dengan masyarakat serta meningkatkan kesadaran demokrasi di tengah kehidupan sehari-hari. (SHD-Red)

Jaring Pemilih Baru, KPU Kabupaten Wonogiri Gelar PDPB Goes To School

Wonogiri – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan PDPB Goes To School di SMA Negeri 1 Purwantoro pada Selasa, 10/3/2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan siswa dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi pemilih pemula, khususnya siswa memasuki usia 17 tahun. Kegiatan dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Purwantoro, Sumanto yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran KPU Kabupaten Wonogiri di lingkungan sekolah. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan  lebih mendalam kepada para siswa mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga demokrasi yang berintegritas. Selanjutnya, Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Dwi Prasetyo, memaparkan materi tentang pemutakhiran data pemilih serta mengajak para siswa berusia 17 tahun untuk mengecek status mereka melalui https://cekdptonline.kpu.go.id/ “Melalui program PDPB Goes To School, KPU Kabupaten Wonogiri berupaya menumbuhkan kesadaran dan partisipasi politik generasi muda sejak dini, Para pelajar sebagai calon pemilih pemula diharapkan dapat memahami hak dan kewajibannya dalam proses demokrasi serta berperan aktif dalam menyukseskan pemilu, tegas Dwi Prasetyo Acara sosialisasi berlangsung interaktif dihadiri oleh siswa – siswi SMA Negeri 1 Purwantoro kelas XII. Selain pemaparan materi, sesi diskusi dan tanya jawab juga dibuka lebar untuk menjawab pertanyaan siswa. Para siswa-siswi juga diminta untuk mengisi tautan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) guna mengetahui status kepemilikan KTP-el serta keterdaftaran mereka dalam data pemilih. Hasil pengisian tautan pendataan oleh para siswa menunjukkan bahwa dari total 164 siswa yang hadir, seluruhnya telah melakukan perekaman e-KTP. Dari jumlah tersebut, 144 siswa telah melakukan perekaman dan tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sementara itu, 5 siswa telah melakukan perekaman e-KTP namun belum terdaftar dalam DPT, dan 11 siswa tercatat sudah terdaftar dalam DPT namun belum melakukan perekaman e-KTP. Selain itu, terdapat 4 siswa yang berdomisili di luar Kabupaten Wonogiri.  Bagi yang sudah rekam KTP tetapi belum terdaftar di DPT maka segera di tindak lanjuti oleh KPU Kabupaten Wonogiri, sedangkan yang belum memiliki KTP tetapi sudah terdaftar di DPT dihimbau untuk segera melakukan rekam KTP di Kecamatan. Data tersebut menjadi bahan bagi KPU Kabupaten Wonogiri dalam proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) guna memastikan setiap warga yang telah memenuhi syarat dapat terdaftar sebagai pemilih secara akurat dan mutakhir. Kegiatan ini menjadi sarana sosialisasi bagi siswa untuk lebih mengenal proses penyelenggaraan pemilu serta pentingnya menjaga kualitas data pemilih agar pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan baik, jujur, dan adil. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar dapat menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. (NN)

KPU Wonogiri Gelar Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Partai Politik Semester I Tahun 2026

Wonogiri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri menggelar Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Partai Politik Semester I Tahun 2026 pada Senin, 9 Maret 2026, bertempat di Aula Kantor KPU Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KPU untuk menjaga akurasi dan keberlanjutan data administrasi kepemiluan, khususnya terkait data kepengurusan partai politik di tingkat Kabupaten Wonogiri. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Satya Graha yang hadir bersama jajaran anggota KPU Kabupaten Wonogiri yakni Toto Sihsetyo Adi, Irawan Ary Wibowo, Doni Hafidhian, serta Dwi Prasetyo. Turut hadir pula Pelaksana Tugas Sekretaris KPU Nursahid Agung Wijaya beserta jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Wonogiri. Rapat koordinasi ini diikuti oleh perwakilan pengurus partai politik tingkat Kabupaten Wonogiri, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Wonogiri, perwakilan Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Bagian Tata Pemerintahan (Tapem), akademisi, serta media massa. Dalam sambutannya, Satya Graha menegaskan bahwa data partai politik merupakan salah satu fondasi penting dalam tata kelola administrasi kepemiluan. Menurutnya, informasi mengenai kepengurusan partai politik, alamat kantor, hingga struktur organisasi partai harus dipastikan akurat, mutakhir, dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan. “Pemutakhiran data partai politik tidak hanya dilakukan menjelang tahapan pemilu, tetapi perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keandalan data kepemiluan,” ujar Satya. Ia juga berharap melalui forum koordinasi ini seluruh pihak dapat berperan aktif memastikan bahwa data yang tercatat dalam sistem benar-benar mencerminkan kondisi kepengurusan partai politik yang aktual dan sesuai dengan fakta di lapangan. Pada kesempatan tersebut, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Wonogiri Toto Sihsetyo Adi menyampaikan paparan mengenai kondisi riil data partai politik yang saat ini tercatat di KPU Kabupaten Wonogiri. Selain itu, ia juga menjelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam proses pemutakhiran data partai politik pada Semester I Tahun 2026. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, KPU Kabupaten Wonogiri akan melakukan proses sambang partai untuk cross-checking data secara de facto terhadap kepengurusan partai politik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data yang tercatat dalam sistem dengan kondisi kepengurusan partai politik di lapangan sebelum berakhirnya masa pemutakhiran data partai politik Semester I Tahun 2026. Dalam kegiatan koordinasi terkait pemutakhiran data partai politik, para peserta rapat dari berbagai unsur memberikan masukan dan saran sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pengelolaan data kepemiluan. Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Joko Wuryanto, menekankan pentingnya proses pemutakhiran data partai politik yang dilakukan secara optimal dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa data kepartaian yang akurat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi. “Pemutakhiran data partai politik perlu dilakukan secara optimal dan berkesinambungan.” ujar Joko. Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Wonogiri Rahmat Imam Santosa berharap partai politik dapat menjaga kondusivitas dalam proses pembentukan maupun pembaruan kepengurusan di tingkat bawah. “Partai politik diharapkan tidak menimbulkan kegaduhan dalam proses pembentukan maupun perubahan kepengurusan di bawah. Komunikasi dan koordinasi yang baik sangat penting agar dinamika internal partai tetap kondusif,” ungkap Imam. Kegiatan rapat koordinasi berlangsung dalam suasana kondusif dan interaktif. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama sebagai bentuk mempererat silaturahmi antara KPU Kabupaten Wonogiri dengan para pemangku kepentingan kepemiluan di wilayah Wonogiri. (Humas/AL)

Usia Pemilih Lebih 100 Tahun Masih Memenuhi Syarat Saat KPU Kabupaten Wonogiri Lakukan Coktas

Wonogiri – Pada hari Rabu 4 Maret 2026 Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Wonogiri melaksanakan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (COKTAS) dalam rangka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Sidoharjo, sebagai salah satu bahan pleno terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan Pertama Tahun 2026. Kegiatan dipimpin oleh Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Dwi Prasetyo, yang turut didampingi oleh Kasubbag Rendatin dan staf Rendatin KPU Kabupaten Wonogiri. Kegiatan coktas tersebut diawali koordinasi dengan pemangku wilayah setempat. Pemilih yang didatangi dalam coktas ini berdasarkan kriteria yaitu pemilih berusia di atas 100 tahun dan pemilih ganda. Verifikasi dilakukan dengan mencocokan data kependudukan KTP dan Kartu Keluarga. Dwi Prasetyo menjelaskan bahwa verifikasi ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian identitas dengan kondisi di lapangan. “Untuk kategori usia diatas 100 tahun kami melakukan pengecekan langsung guna memastikan apakah yang bersangkutan masih memenuhi syarat sebagai pemilih atau tidak memenuhi syarat yang belum terbarui dalam data dan adapun pemilih ganda (NIK duplikat), KPU berkoordinasi dengan Kepala Desa/Lurah untuk melakukan klarifikasi guna memastikan keabsahan identitas pemilih. Dari sampel coktas usia pemilih 100 tahun sebanyak 2 orang pemilih terkonfirmasi masih memenuhi syarat” ujar Dwi. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen KPU Kabupaten Wonogiri sebagai badan penyelenggara untuk menjaga keakuratan data dan menjaga hak pilih penduduk dengan melakukan kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. (R/ed. AL)

PERKUAT SINERGI, KPU KABUPATEN WONOGIRI LAKUKAN AUDIENSI

Wonogiri – KPU Kabupaten Wonogiri melaksanakan audiensi dengan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno pada Selasa (3/3/2026) di Ruang Kerja Bupati Wonogiri. Pertemuan tersebut membahas persiapan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sekaligus rencana pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih segmen perempuan dalam rangka memperingati Hari Kartini pada April mendatang. Rombongan KPU Kabupaten Wonogiri dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Satya Graha. Turut hadir Anggota KPU Kabupaten Wonogiri, yakni Irawan Ary Wibowo, Dwi Prasetyo, Toto Sihsetyo Adi, dan Doni Hafidhian, serta didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris KPU Kabupaten Wonogiri, Nursahid Agung Wijaya. Dalam kesempatan tersebut, Satya Graha menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan tindak lanjut atas terbitnya izin dari Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia terkait pelaksanaan MoU antara KPU Kabupaten Wonogiri dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri serta sejumlah perguruan tinggi di wilayah setempat. Adapun lembaga pendidikan yang direncanakan menjadi mitra kerja sama adalah Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri dan Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti Wonogiri. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan pemilih, penguatan literasi demokrasi, serta pengembangan partisipasi masyarakat. “Pasca keluarnya izin dari KPU RI, kami segera berkoordinasi dengan para pihak untuk mempersiapkan pelaksanaan MoU. Salah satu langkah awal adalah melakukan audiensi dengan Bupati Wonogiri guna menyinergikan program dan dukungan teknis lainnya,” ujar Satya. Selain membahas kerja sama antar lembaga, disampaikan pula agenda sosialisasi dan pendidikan pemilih yang akan dilaksanakan pada April 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Kegiatan tersebut dirancang dalam bentuk seminar perempuan sebagai upaya memperkuat partisipasi masyarakat serta meningkatkan kesadaran demokrasi kaum perempuan di Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini rencananya akan digelar bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonogiri, serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Wonogiri. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan jangkauan edukasi kepemiluan dapat semakin luas dan mampu mendorong peningkatan kualitas partisipasi perempuan dalam proses demokrasi. Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyambut baik inisiatif KPU Kabupaten Wonogiri dan menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk mendukung langkah-langkah strategis dalam penguatan pendidikan politik serta partisipasi masyarakat, khususnya perempuan. Melalui audiensi ini, KPU Kabupaten Wonogiri kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi lintas sektor dalam rangka mewujudkan pemilu yang partisipatif, inklusif, dan berintegritas di Kabupaten Wonogiri. (Humas/AL)

Perkuat Partisipasi Publik, KPU Wonogiri Gelar Forum Konsultasi Publik

Wonogiri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan publik dengan membuka ruang dialog yang partisipatif bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan (stakeholder). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Forum Konsultasi Publik (FKP) tentang Program, Kegiatan, dan Layanan KPU Kabupaten Wonogiri yang digelar pada Rabu, 11 Februari 2026, di Ruang Aula KPU Kabupaten Wonogiri. Forum Konsultasi Publik ini menjadi wadah strategis bagi KPU Kabupaten Wonogiri untuk menyampaikan informasi terkait program dan layanan, sekaligus menyerap aspirasi, saran, dan masukan dari masyarakat sebagai pengguna layanan. Melalui forum ini, KPU mendorong keterlibatan aktif publik dalam upaya peningkatan kualitas layanan kepemiluan yang transparan dan akuntabel. Hadir dalam kegiatan ini Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wonogiri, Badan Kesbangpol Kabupaten Wonogiri, Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Wonogiri, akademisi dari STABN dan STAIMAS, tokoh masyarakat, perwakilan partai politik, media cetak dan elektronik, serta jajaran KPU Kabupaten Wonogiri. Dalam sambutan pembuka, Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Satya Graha  menyampaikan “Forum Konsultasi Publik ini menjadi ruang penting bagi KPU Kabupaten Wonogiri untuk mendekatkan diri kepada masyarakat serta menyerap aspirasi sebagai dasar perbaikan kinerja dan peningkatan kualitas layanan serta memperkuat hubungan kelembagaan pasca pemilu dan pemilihan dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) di daerah yang telah terjalin selama tahapan berlangsung” Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Ketua KPU Kabupaten Wonogiri mengenai program, kegiatan, dan layanan Tahun 2026 yang sedang dilaksanakan terutama terkait pelayanan informasi melalui PPID,PDPB (Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan) dan Pemutakhiran Data Partai Politik serta penebalan program pendidikan pemilih berkelanjutan bagi pemilih pemula. Suasana diskusi berlangsung interaktif melalui penyampaian masukan, serta rekomendasi dari para peserta forum yang berasal dari berbagai latar belakang. Para peserta forum menyampaikan berbagai masukan terkait layanan publik yang diselenggarakan KPU Kabupaten Wonogiri, khususnya mengenai Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), serta pendidikan politik. Isu akurasi data pemilih dan data Sipol menjadi salah satu perhatian utama dalam diskusi. Peserta forum mendorong agar proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan semakin diperkuat melalui koordinasi lintas lembaga, terutama dengan pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan. Selain itu, peserta juga mengusulkan agar akses layanan terkait data pemilih dapat dipermudah, khususnya dalam hal pengecekan data dan mekanisme pengaduan masyarakat. Dari unsur partai politik yang terlibat langsung dalam pendidikan politik, disampaikan perlunya perluasan jangkauan sosialisasi yang selama ini masih banyak berfokus pada pemilih pemula. Sosialisasi diharapkan dapat menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas dan beragam. Dari unsur Media menyampaikan aspirasi dan dukungan kepada KPU Kabupaten Wonogiri dalam membantu penyebaran informasi yang akurat agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai proses tahapan kepemiluan maupun paska pemilu dan pemilihan. Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya keterlibatan perwakilan kelompok difabel dalam setiap tahapan kepemiluan, agar mereka dapat memahami proses secara utuh sekaligus memastikan layanan kepemiluan semakin inklusif dan ramah bagi semua kalangan. Forum Konsultasi Publik (FKP) secara resmi diakhiri dengan penandatanganan berita acara dan penyampaian catatan rekomendasi yang memuat rangkuman masukan dari seluruh peserta. KPU Kabupaten Wonogiri mencatat sebanyak 13 identifikasi permasalahan dan 13 rekomendasi strategis untuk menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat kebijakan kelembagaan secara berkelanjutan. Melalui Forum Konsultasi Publik ini, KPU Kabupaten Wonogiri berharap terbangun komunikasi dan kerja sama yang semakin kuat dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder). Dengan pelibatan aktif masyarakat, KPU Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmennya untuk terus menjaga prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipatif dalam setiap penyelenggaraan layanan publik dan tahapan pemilu. (AA)