Berita Terkini

SMP Masuk KPU : Yang Muda Yang Bersuara

Wonogiri – Semangat demokrasi sejak dini mulai dipupuk oleh siswa-siswi SMP Negeri 3 Wonogiri. Pada hari Kamis, 15 Januari 2026 siswa kelas 7 dan kelas 8 SMP Negeri 3 Wonogiri dengan total sebanyak 277 siswa melakukan kunjungan edukatif ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Wonogiri untuk belajar mengenai proses kepemimpinan di Indonesia dilahirkan. KPU Kabupaten Wonogiri menyambut baik kunjungan ini, dalam sambutannya Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Satya Graha menyatakan, "KPU Kabupaten Wonogiri terbuka terhadap kunjungan dari SMP Negeri 3 Wonogiri. KPU tidak hanya menerima program kunjungan (dhayohe KPU) sebagai bentuk kerjasama, tetapi juga melalui berbagai program lain, salah satunya Sekolah Demokrasi. Melalui program Dhayohe KPU diharapkan adik-adik pelajar dapat belajar dan mempraktikkan secara langsung tahapan pemilihan, termasuk nantinya pemilihan Ketua OSIS, sehingga memahami proses demokrasi yang baik dan benar sejak dini" Berbeda dengan pembelajaran di dalam kelas yang cenderung teoritis, kunjungan ini memberikan kesempatan bagi para siswa untuk melihat dan melaksanakan simulasi Pemilihan Umum. Kegiatan ini terbagi menjadi tiga segmen yaitu pemberian materi tentang penanaman demokrasi dan pemahaman Pemilu yang dilaksanakan di Aula KPU Kabupaten Wonogiri, Simulasi Pemilihan di Halaman KPU Kabupaten Wonogiri, dan room tour Lorong Demokrasi yang berisi sejarah Pemilu. Selain beberapa kegiatan di atas, KPU Kabupaten Wonogiri turut menyelenggarakan kuis interaktif mengenai Penanaman Demokrasi dan Pemahaman Pemilu yang disambut antusias oleh para siswa. Kuis diselenggaran untuk menguji pemahaman para siswa terkait materi yang telah disampaikan. Bagian yang paling menarik antusiasme seluruh peserta dalam kegiatan ini adalah sesi simulasi di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dalam suasana yang interaktif dan edukatif, para siswa diajak merasakan langsung pengalaman sebagai pemilih. Mereka dibimbing mulai dari mengecek daftar pemilih, mengenali surat suara yang sah dan tidak sah, hingga melakukan pencoblosan di bilik suara dan ditutup dengan mencelupkan jari ke tinta sebagai simbol nyata partisipasi dalam proses demokrasi. Dengan terjun langsung ke KPU, SMP Negeri 3 Wonogiri berharap para siswa memperoleh pemahaman tentang mekanisme pemilihan yang baik dan benar sebagai bekal menjadi pemilih yang bertanggung jawab. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KPU Kabupaten Wonogiri atas kesempatan dan izin yang diberikan kepada SMP Negeri 3 Wonogiri untuk melaksanakan kunjungan. Kunjungan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga, mengingat sekolah kami baru pertama kali akan menyelenggarakan pemilihan Ketua OSIS. Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat dikenalkan dengan tata cara pemilihan yang baik dan benar, serta memperoleh bimbingan dan arahan agar kelak mampu menjadi pemilih yang cerdas, jujur, dan bertanggung jawab", ungkap Heni Indarti, S.Pd. selaku Koordinator Kokurikuler SMP Negeri 3 Wonogiri. KPU Kabupaten Wonogiri berharap melalui kegiatan Dhayohe KPU yang pada kesempatan kali ini bertajuk “SMP Masuk KPU: Yang Muda Yang Bersuara” dapat membuat para siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang demokrasi dan kepemiluan sejak dini, sehingga kelak mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilihnya. (NK)

KPU Kabupaten Wonogiri Gelar Rapat Penandatanganan Pakta Integritas Dan Pernyataan Bebas Dari Benturan Kepentingan Tahun 2026

Wonogiri – Mengawali tahun 2026, KPU Kabupaten Wonogiri menggelar Rapat penandatanganan pakta integritas dan pernyataan bebas dari benturan kepentingan Tahun 2026 pada Jumat, 9 Januari 2026. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dalam acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Wonogiiri, Sekretaris KPU, Kasubbag dan staf sekretariat KPU Kabupaten Wonogiri. Satya Graha selaku ketua KPU Kabupaten Wonogiri dalam sambutannya menyampaikan 3 hal yang sering di sampaikan oleh pimpinan yaitu pakta Integritas, pernyataan benturan kepentingan dan perjanjian kinerja. Jadikan hal ini sebagai momentum bukan hanya prosesi tahunan dan kita yakini bahwa ini adalah momentum untuk perubahan. Selanjutnya, pembacaan Pakta Integritas sebagai pernyataan komitmen bersama terhadap nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Penandatanganan pakta integritas dan pernyataan bebas benturan dilakukan oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Wonogiri, Sekretaris , Pejabat Struktural serta staf pelaksana di Sekretariat KPU Kabupaten Wonogiri Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran KPU Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmen bersama untuk menjunjung tinggi nilai integritas, profesionalisme, serta transparansi dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan. Penandatanganan ini diharapkan menjadi landasan moral dan etika kerja dalam mencegah praktik benturan kepentingan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. (DN)

Menutup Tahun 2025, KPU Kabupaten Wonogiri Gelar Refleksi Akhir Tahun

WONOGIRI — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan Coffee Morning sebagai refleksi akhir tahun 2025 sekaligus sarana penyampaian informasi publik terkait program dan kinerja kelembagaan pasca Pemilu dan Pilkada. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025, di Serambi Aula Kantor KPU Kabupaten Wonogiri ini dihadiri wartawan media cetak, media elektronik, serta pegiat media sosial. Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Satya Graha, menegaskan bahwa selesainya tahapan Pemilu dan Pilkada tidak menjadi akhir dari kerja-kerja penyelenggaraan demokrasi. Menurutnya, KPU tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan kualitas demokrasi di Kabupaten Wonogiri terus tumbuh dan menguat. “Berakhirnya tahapan Pemilu dan Pilkada bukan berarti tugas KPU selesai. Justru pasca tahapan inilah kami memastikan pembangunan demokrasi tetap berjalan melalui berbagai program berkelanjutan,” ujar Satya Graha. Ia menjelaskan, sejumlah program strategis terus dijalankan KPU Kabupaten Wonogiri sepanjang 2025, di antaranya diseminasi hasil riset suara tidak sah bekerja sama dengan IMAPRES, Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), pemutakhiran data partai politik, serta sosialisasi dan pendidikan pemilih yang menyasar pemilih pemula, kelompok marginal, dan kelompok rentan. Dari sisi pengelolaan anggaran, pada tahun 2025 KPU Kabupaten Wonogiri mengelola dana yang bersumber dari APBN sebesar Rp3,93 miliar. Anggaran tersebut sebagian besar dialokasikan untuk belanja pegawai dan operasional perkantoran. Meski berada dalam kebijakan efisiensi anggaran, KPU Kabupaten Wonogiri tetap berkomitmen melaksanakan program pendidikan demokrasi dan menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu secara berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, KPU Kabupaten Wonogiri juga melaksanakan PDPB secara rutin setiap triwulan, termasuk pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) terbatas. Dari kegiatan tersebut, tercatat penambahan pemilih sebanyak 12.205 pemilih. Berdasarkan hasil rapat pleno PDPB bulan Desember 2025, jumlah pemilih di Kabupaten Wonogiri mencapai 854.531 Pemilih. Selain itu, KPU Kabupaten Wonogiri turut melaksanakan pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) yang dilanjutkan dengan proses verifikasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Di bidang sosialisasi dan pendidikan pemilih, KPU Kabupaten Wonogiri mengimplementasikan beragam program pasca Pemilu dan Pilkada. Program Sabdatama dilaksanakan di 33 sekolah dan menjangkau lebih dari 15.000 siswa. KPU juga melaksanakan program Dhayohe KPU, pendampingan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) di tiga sekolah sebagai proyek percontohan, serta Kelas Demokrasi di lima satuan pendidikan. Pendidikan pemilih turut menyasar kelompok marginal dan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, dengan pendekatan yang inklusif, komunikatif, dan partisipatif. Sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan Pilkada, KPU Kabupaten Wonogiri mendiseminasikan hasil riset terkait suara tidak sah pada Pilkada Bupati Wonogiri 2024 yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan Pilkada 2020. Kolaborasi dengan IMAPRES ini dijadikan bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan strategi sosialisasi dan pendidikan pemilih yang lebih efektif dan tepat sasaran. “Hasil riset ini menjadi bahan penting bagi kami untuk memperbaiki pola sosialisasi dan pendidikan pemilih ke depan, agar partisipasi masyarakat semakin berkualitas,” tambah Satya Graha. Menutup kegiatan refleksi akhir tahun, KPU Kabupaten Wonogiri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada insan pers serta pegiat media sosial yang selama ini berperan aktif menyampaikan informasi secara objektif dan membangun, serta turut mengawal dan menyebarluaskan berbagai program dan kegiatan KPU Kabupaten Wonogiri kepada masyarakat luas. (AL/Humas)

KPU Kabupaten Wonogiri Gelar Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Parpol Berkelanjutan Guna Tingkatkan Akurasi Data Partai Politik

Wonogiri - Kamis, 11 Desember 2025 Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Wonogiri menggelar Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor KPU Kabupaten Wonogiri dengan turut mengundang Liaison Officer (LO) partai politik yang ada di wilayah Wonogiri, juga turut hadir Ketua dan Anggota KPU Kab. Wonogiri, Bawaslu Kab. Wonogiri, perwakilan Kodim 0728 Wonogiri, perwakilan Polres Wonogiri, serta pejabat struktural dan staff sekretariat KPU Kab. Wonogiri. Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua KPU Kab. Wonogiri, Satya Graha. Dalam sambutannya ia menyatakan bahwa KPU Kab. Wonogiri berkomitmen untuk memperlancar proses pemutakhiran data partai politik. “Pada hari ini kami menyelenggarakan sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Penggantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota sebagai tindak lanjut dari sosialisasi yang telah dilaksanakan KPU di tingkat provinsi beberapa waktu lalu. Disisi lain, kegiatan ini juga bertujuan untuk melaksanakan koordinasi terkait pemutakhiran data partai politik di wilayah Kabupaten Wonogiri, khususnya mengenai perubahan keanggotaan, kepengurusan, serta alamat sekretariat partai di tingkat kabupaten”, ujar Satya Graha. “Pemutakhiran data partai politik dilakukan secara berkelanjutan melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) diatur dalam ketentuan Pasal 146 PKPU Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pendaftaran, Verifikasi, dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilu, dan pedoman teknis terkait pemutakhiran data parpol”, lanjut Satya Graha. Senada dengan pernyataan dari Satya Graha, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaan Pemilu KPU Kab. Wonogiri, Toto Sihsetyo Adi menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi pemutakhiran data partai politik di tingkat kabupaten. “Intensitas komunikasi dengan partai politik dan pemilih harus terus ditingkatkan. Sejumlah instansi, seperti KPU dan Bawaslu, memiliki tugas untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat. KPU sendiri secara berkala merekap laporan atau respon masyarakat dan menyampaikannya kepada partai politik, upaya ini membutuhkan kerja sama semua pihak terkait agar penanganan dapat berjalan lebih efektif. KPU Kab. Wonogiri memastikan seluruh proses pemutakhiran data partai berjalan lancar dan sesuai ketentuan”, ucap Toto Sihsetyo Adi. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab serta penyampaian masukan baik dari Bawaslu maupun perwakilan setiap partai politik. Setelah acara berakhir, KPU Kab. Wonogiri juga membuka sesi konseling bagi partai politik yang ingin melakukan konsultasi lebih lanjut mengenai hal-hal teknis yang masih memerlukan penjelasan. (NK)

Penghargaan Sekolah Demokrasi Pasca Evaluasi Pilot Project Pilketos

WONOGIRI – KPU Kabupaten Wonogiri pada hari Selasa, 9 Desember 2025, melaksanakan Rapat Evaluasi Pilot Project Fasilitasi Kegiatan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) di Kantor KPU Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini bertujuan mengukur keberhasilan Pilketos sebagai sarana efektif pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula. Evaluasi dihadiri oleh Bawaslu Kabupaten Wonogiri dan perwakilan dari tiga sekolah proyek percontohan, yakni MAN Wonogiri, SMAN 1 Wonogiri, dan SMKN 2 Wonogiri, yang diwakili oleh Pembina OSIS, Ketua Panitia Pemilihan OSIS, dan Ketua Pengawas Pemilihan OSIS. Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Satya Graha, membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kelancaran pelaksanaan Pilketos. "KPU Kabupaten Wonogiri mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah, atas peran serta aktif dalam pelaksanaan Pilketos. Apresiasi yang sama kami sampaikan juga kepada adik-adik pelaksana Pilketos (Panitia dan Pengawas) yang telah bekerja keras, sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai asas Pemilu," ujar Satya Graha. Selanjutnya, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Irawan Ary Wibowo, menyampaikan paparan kunci tentang filosofi pendidikan demokrasi. Irawan Ary Wibowo menegaskan bahwa Pilketos adalah investasi jangka panjang demokrasi, sebab: "Mendidik warga negara adalah tugas pertama dan utama dalam demokrasi. Karena demokrasi tidak hanya diwariskan namun harus dipelajari. Jika generasi muda tidak diajarkan cara kerja demokrasi dan pentingnya partisipasi maka kita akan mewariskan sistem yang rentan dan akhirnya menyerahkan kekuasaan kepada mereka yang tahu cara memanfaatkannya." Dalam sesi diskusi, ketiga perwakilan sekolah juga menyampaikan tanggapan serta masukan berharga untuk perbaikan dan pengembangan pelaksanaan Pilketos yang akan datang. Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Joko Wuryanto juga menyampaikan bahwa Bawaslu akan meningkatkan pengawasan partisipatif agar Pilketos di tahun berikutnya berjalan lebih baik lagi. Sebagai wujud apresiasi KPU Kabupaten Wonogiri atas pengembangan demokrasi bagi pemilih pemula, KPU Kabupaten Wonogiri memberikan Piagam Penghargaan kepada MAN Wonogiri, SMAN 1 Wonogiri, dan SMKN 2 Wonogiri. Penyerahan piagam diberikan atas dedikasi mereka dalam memberikan ruang pembelajaran berdemokrasi melalui Pilketos dan kegiatan Sabdatama KPU Kabupaten Wonogiri, dan berharap model ini dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain. Demokrasi membutuhkan warga yang cerdas. Pendidikan politik dan demokrasi adalah asuransi terbaik untuk masa depan bangsa yang mandiri dan berintegritas.  (Humas KPU)

KPU Kabupaten Wonogiri Laksanakan Rapat Pleno Terbuka PDPB Triwulan IV

Wonogiri – Senin, 8 Desember 2025 bertempat di Aula KPU Kabupaten Wonogiri dilaksanakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemuktahiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV Tahun 2025 Tingkat Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini turut mengundang Ketua Bawaslu Kab. Wonogiri, Kepala Dinas Dukcapil Kab. Wonogiri, Kapolres Wonogiri, Komandan Kodim 0728 Wonogiri, Kepala Kesbangpol Kab. Wonogiri, Kepala Lapas Wonogiri, Kabag Tapem Setda Kab. Wonogiri. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan pembacaan doa, lalu dilanjutkan sambutan dari Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Satya Graha. Dalam sambutannya, Satya Graha menyatakan setelah pemilihan KPU Wonogiri memiliki banyak kegiatan yang harus dilakukan seperti Pendidikan pemilih, pemutakhiran data partai politik, dan pemutakhiran data pemilh berkelanjutan. “Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan, KPU Kabupaten/Kota melakukan rekapitulasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dilaksanakan 3 bulan sekali”, Ujar Satya Graha. Hasil rekapitulasi data pemilih berkelanjutan triwulan IV Tahun 2025 dibacakan oleh Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Wonogiri, Dwi Prasetyo. Adapun total pemilih yang ditetapkan dalam rapat pleno terbuka PDPB triwulan IV sebanyak 854.531 orang, terdiri atas pemilih laki-laki sebanyak 424.232 orang dan pemilih perempuan sebanyak 430.299 orang. Sedangkan rekap perubahan pemilih dengan rincian, Jumlah Pemilih baru sebanyak 9.830 orang, Pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 2.924 orang, dan Perbaikan data pemilih sebanyak 8.119 orang. Sebelumnya, pada Rekapitulasi PDPB Triwulan III Tahun 2025, KPU Kabupaten Wonogiri menetapkan jumlah pemilih sebanyak 847.625 orang, terdiri atas pemilih laki-laki sebanyak 421.227 orang dan pemilih perempuan sebanyak 426.398 orang. Sehingga jumlah total pemilih di Kabupaten Wonogiri dari triwulan III ke triwulan IV mengalami kenaikan sejumlah 6.906 pemilih. Dalam sesi tanya jawab Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil, Ervan Tri Yulianto Nugrono mengatakan, “Dari 12 data orang meninggal yang digunakan untuk coklit terbatas yang didapatkan dari BPS dan BPJS perlu ditanyakan kenapa bisa mereka mengeluarkan data tersebut sementara pada saat dilakukan coklit terbatas yang meninggal hanya 1 orang” Adapun tujuan dilakukan rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Bekelanjutan Triwulan IV adalah untuk menetapkan hasil rekapitulasi data pemilih berkelanjutan periode Triwulan IV Tahun 2025, sekaligus memastikan akurasi, validitas, dan kemutakhiran data pemilih sebagai dasar penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilu dan pemilihan berikutnya. (NK)