Menutup Tahun 2025, KPU Kabupaten Wonogiri Gelar Refleksi Akhir Tahun
WONOGIRI — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan Coffee Morning sebagai refleksi akhir tahun 2025 sekaligus sarana penyampaian informasi publik terkait program dan kinerja kelembagaan pasca Pemilu dan Pilkada. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025, di Serambi Aula Kantor KPU Kabupaten Wonogiri ini dihadiri wartawan media cetak, media elektronik, serta pegiat media sosial.
Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Satya Graha, menegaskan bahwa selesainya tahapan Pemilu dan Pilkada tidak menjadi akhir dari kerja-kerja penyelenggaraan demokrasi. Menurutnya, KPU tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan kualitas demokrasi di Kabupaten Wonogiri terus tumbuh dan menguat.
“Berakhirnya tahapan Pemilu dan Pilkada bukan berarti tugas KPU selesai. Justru pasca tahapan inilah kami memastikan pembangunan demokrasi tetap berjalan melalui berbagai program berkelanjutan,” ujar Satya Graha.
Ia menjelaskan, sejumlah program strategis terus dijalankan KPU Kabupaten Wonogiri sepanjang 2025, di antaranya diseminasi hasil riset suara tidak sah bekerja sama dengan IMAPRES, Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), pemutakhiran data partai politik, serta sosialisasi dan pendidikan pemilih yang menyasar pemilih pemula, kelompok marginal, dan kelompok rentan.
Dari sisi pengelolaan anggaran, pada tahun 2025 KPU Kabupaten Wonogiri mengelola dana yang bersumber dari APBN sebesar Rp3,93 miliar. Anggaran tersebut sebagian besar dialokasikan untuk belanja pegawai dan operasional perkantoran. Meski berada dalam kebijakan efisiensi anggaran, KPU Kabupaten Wonogiri tetap berkomitmen melaksanakan program pendidikan demokrasi dan menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu secara berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, KPU Kabupaten Wonogiri juga melaksanakan PDPB secara rutin setiap triwulan, termasuk pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) terbatas. Dari kegiatan tersebut, tercatat penambahan pemilih sebanyak 12.205 pemilih. Berdasarkan hasil rapat pleno PDPB bulan Desember 2025, jumlah pemilih di Kabupaten Wonogiri mencapai 854.531 Pemilih. Selain itu, KPU Kabupaten Wonogiri turut melaksanakan pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) yang dilanjutkan dengan proses verifikasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di bidang sosialisasi dan pendidikan pemilih, KPU Kabupaten Wonogiri mengimplementasikan beragam program pasca Pemilu dan Pilkada. Program Sabdatama dilaksanakan di 33 sekolah dan menjangkau lebih dari 15.000 siswa. KPU juga melaksanakan program Dhayohe KPU, pendampingan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) di tiga sekolah sebagai proyek percontohan, serta Kelas Demokrasi di lima satuan pendidikan. Pendidikan pemilih turut menyasar kelompok marginal dan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, dengan pendekatan yang inklusif, komunikatif, dan partisipatif.
Sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan Pilkada, KPU Kabupaten Wonogiri mendiseminasikan hasil riset terkait suara tidak sah pada Pilkada Bupati Wonogiri 2024 yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan Pilkada 2020. Kolaborasi dengan IMAPRES ini dijadikan bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan strategi sosialisasi dan pendidikan pemilih yang lebih efektif dan tepat sasaran.
“Hasil riset ini menjadi bahan penting bagi kami untuk memperbaiki pola sosialisasi dan pendidikan pemilih ke depan, agar partisipasi masyarakat semakin berkualitas,” tambah Satya Graha.
Menutup kegiatan refleksi akhir tahun, KPU Kabupaten Wonogiri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada insan pers serta pegiat media sosial yang selama ini berperan aktif menyampaikan informasi secara objektif dan membangun, serta turut mengawal dan menyebarluaskan berbagai program dan kegiatan KPU Kabupaten Wonogiri kepada masyarakat luas. (AL/Humas)