Berita Terkini

PENDEWASAAN POLITIK ALA MASKER

Indonesia masuk dalam fase kritis kedua Covid 19 setelah bulan Januari, judul berita di sebuah portal berita elektronik ini mengusik pikiran saya tentang masa depan Republik Indonesia. Seraya memanjatkan doa dan pengharapan agar Indonesia segera terlepas dari Pandemi Covid 19 ini. Awal pandemi saya mengira ini hanya akan berlangsung beberapa bulan saja, dan yang terkena juga orang-orang tertentu saja yang memang sudah mempunyai penyakit bawaan. Namun makin kesini, saya makin sadar bahwa Covid ini nyata dan berbahaya. Orang-orang di sekeliling saya, orang-orang terdekat saya, bahkan istri saya pun terkonfirmasi positif. Kuncinya tidak panik, tidak beban dan memang harus serba berkecukupan untuk memenuhi pasokan vitamin, makanan dan minuman yang bergizi guna memperkuat daya tahan tubuh. Berperang melawan benda yang tak terlihat sudah barang tentu susah, belum lagi penularan yang belum jelas melalui droplet atau udara, yang bisa kita lakukan saat ini menjaga diri sendiri, mengendalikan diri sendiri untuk tetap berpegang teguh pada protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengendalikan diri untuk tidak berkerumun. Pemilihan serentak Tahun 2020 yang lalu dapat terlaksana tanpa menimbulkan ekses cluster Covid 19. Bukan hanya itu saja, ternyata melaksanakan tahapan pemilihan di masa pandemi juga berefek baik terhadap kepedulian masyarakat, terbukti dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. Masyarakat menaruh harapan besar terhadap solusi penanganan pandemi pada calon pemimpinnya. TURN BACK HOAXS Efek baik penyelenggaraan lainnya adalah menurunnya jumlah berita hoaxs apabila dibandingkan dengan Pilkada Tahun 2018 dan Pileg Pilpres Tahun 2020. Bersumber pada mediaindonesia.com, berdasarkan data yang diperoleh dari Cyber Drone Kemenkominfo, hanya terdapat 47 isu hoaks selama Pilkada 2020 yang tersebar sebanyak 602 konten. Masyarakat semakin cerdas menanggapi sebuah isu yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kesadaran masyarakat mengenai dampak buruk informasi hoaks juga berkembang pesat. Kebebasan memilih masing-masing harus di dasari atas informasi yang benar, sehingga konteks jujur pada proses pemungutan suara dapat terpenuhi. MASKER, MASKER DAN MASKER Sadar diri atas kondisi diri sendiri penting dipunyai setiap masayarakat. Tenggorokan gatal, pusing atau gejala-gejala lain yang tak nampak idealnya segera disikapi dengan meng “isolasi” diri sendiri, agar lingkungan di sekitarnya tidak terpapar, apapun jenis penyakit dan keluhannya. Pegawai kantor yang ditugaskan untuk Work From Home juga harus sadar diri untuk tidak melibatkan diri apabila memang tidak ada pekerjaan darurat yang harus di selesaikan. Orang-orang disekeliling kita punya bapak, ibu, saudara, anak, istri atau suami yang masih sangat menggantungkan hidupnya pada orang-orang tersebut. Jangan egois, bekerjalah dari rumah, agar pandemi ini segera berakhir.  Pandemi membawa tatanan baru dalam kehidupan masyarakat, begitupun dengan pola-pola pelaksanaan demokrasi. Membangun kesadaran kolektif atas pentingnya demokrasi merupakan pendewasaan politik, pun juga mengingatkan masyarakat atas pentingnya masker. Tidak ada yang lebih penting saat ini, instrument utama dalam bermasyarakat adalah masker, apapun kegiatannya, di dalam maupun luar ruangan. Nursahid Agung Wijaya Kepala Subbagian Keuangan, Umum dan Logistik KPU Kabupaten Wonogiri

KPU Kabupaten Wonogiri melaksanakan Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tri Wulan II Tahun 2021

Kabupaten Wonogiri, www.kab-wonogiri.kpu.go.id, Hari ini Selasa ( 29/6/2021) pukul 10.00 WIB KPU Kabupaten Wonogiri melaksanakan rapat koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tri Wulan II Tahun 2021 di aula KPU Kabupaten Wonogiri. Mengingat kondisi di wilayah Kabupaten Wonogiri yang masih berada di zona merah pandemi Covid-19, maka kegiatan kali ini dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) melalui zoom meeting dan dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU, Kasubag di lingkungan sekretariat KPU Kabupaten Wonogiri, dan instansi terkait. Dalam sambutannya Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Toto Sihsetyo Adi, menyampaikan bahwa “Kegiatan rapat koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tri Wulan II, dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti surat Ketua KPU RI Nomor 366/PL.02-SD/01/KPU/VI/2021 perihal Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2021 serta berdasarkan ketentuan dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 11 tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum bahwa KPU Kabupaten/Kota berkewajiban melakukan pemutakhiran dan memelihara data pemilih secara berkelanjutan dengan memperhatikan data kependudukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan”. Anggota KPU Kabupaten Wonogiri Divisi Perencanaan dan Data, Dwi Prasetyo menyampaikan bahwa “KPU Kabupaten Wonogiri berharap Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan dapat tersosialisasi keseluruh masyarakat di Kabupaten Wonogiri. Pemilih yang meninggal dunia, pindah domisili dan perubahan elemen data yang setiap saat berubah tidak dapat dijangkau keseluruhan oleh KPU Kabupaten Wonogiri tanpa adanya dukungan dan partisipasi masyarakat serta pihak-pihak terkait”. Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Kabupaten Wonogiri pada Tri Wulan II saat ini sejumlah 837.864 (Delapan ratus tiga puluh tujuh ribu delapan ratus enam puluh empat) dengan rincian pemilih laki-laki  berjumlah 414.136 (Empat ratus empat belas ribu serratus tiga puluh enam) pemilih dan pemilih perempuan 422.728 (Empat ratus dua puluh dua ribu tujuh ratus dua puluh delapan) pemilih. Kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini akan dilakukan secara rutin setiap bulan secara internal dan setiap triwulan dengan melibatkan pihak-pihak terkait untuk menghasilkan Data Pemilih Berkelanjutan yang akurat dan berkualitas.

Bangun Digitalisasi Produk Hukum, KPU Wonogiri Luncurkan JDIH

Masa pandemi merubah tatanan masyarakat, baik pola kehidupan masyarakat maupun pemenuhan kebutuhan informasi, termasuk salah satunya adalah kebutuhan informasi berkaitan dengan produk hukum ke Pemiluan. Menjawab tantangan tersebut, KPU Kabupaten Wonogiri menyusun Jaringan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum (JDIH). JDIH adalah sarana penyampaian informasi produk hukum KPU yang sudah terdigitalisasi kepada masyarakat. Hari ini, Selasa tanggal (22/6) bertempat di Aula KPU Kabupaten Wonogiri, JDIH KPU Kabupaten Wonogiri di luncurkan. “Tujuan membangun sarana penyampaian informasi melalui JDIH ini adalah agar pemangku kepentingan atau pelaku demokrasi mudah dalam melakukan akses produk hukum” ujar Ketua KPU Kabupaten dalam sambutan pembukaannya. JDIH merupakan instrumen penting dalam upaya penyebarluasan informasi produk hukum yang dikeluarkan KPU. Peluncuran JDIH ini sebagai bentuk tanggungjawab KPU sebagai lembaga untuk memberikan akses pada publik mendapatkan informasi produk hukum KPU. Pradika Harsanto, anggota KPU divisi hukum menyatakan dalam penyampaian materinya “Presumption iures de iure, asas hukum yang menyatakan bahwa setiap orang dianggap mengetahui produk hukum ketika sudah diterbitkan”. Hal ini juga menjadi salah satu semangat KPU Kabupaten Wonogiri dalam melaunching JDIH KPU Kabupaten Wonogiri.

RAPAT KOORDINASI PENYELARASAN RAB PEMILU TAHUN 2024

KPU Kabupaten Wonogiri, Rabu (16/06) mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Penyelarasan RAB Pemilihan Serentak Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah melalui media daring dengan pokok bahasan Penyusunan Anggaran Kebutuhan Barang/Jasa dan Honorarium Penyelenggaraan Pemilihan Tahun 2024. Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Toto Sihsetyo Adi dan Anggota Divisi Perencanaan Data dan Informasi Dwi Prasetyo. Penyusunan anggaran termasuk dalam kategori Perencanaan Program dan Anggaran yang merupakan kegiatan paling awal dilakukan oleh KPU sebelum tahapan lain dilaksanakan. KPU Provinsi Jateng menyampaikan beberapa kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka Perencanaan Program dan Anggaran mulai rapat penyusunan RAB sampai dengan finalisasi serta pembahasan RAB dengan TAPD dan DPRD.

KPU Kab.Wonogiri mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi Pengelolaan Kehumasan dan Pengelolaan Informasi Publik

Selasa (25/5), KPU Kabupaten Wonogiri mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Pengelolaan Kehumasan dan Pengelolaan Informasi Publik yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jateng secara daring dengan agenda Evaluasi Pengelolaan Kehumasan serta pengelolaan dan pelayanan informasi yang mencakup pembentukan Bakohumas pengelolaan PPID, pengelolaan website serta akun media sosial. Kegiatan Rakor ini diikuti oleh ketua KPU Wonogiri Toto Sihsetyo Adi anggota KPU divisi Sosdiklih Parmas dan SDM Augustina Puspa Dewi, Kasubag Teknis dan Hupmas Tri Sujarwati dan Staf Hernawan Eka Sasnanda, Afiefah, Anik Sulistyaningsih. Rakor ini bertujuan untuk mengevaluasi kendala yang dihadapi tim bakohumas mengoptimalisasi media sosial sebagai saran dalam menyongsong pemilu 2024.

PERINGATI HARI JADI KE 280, KPU WONOGIRI KENAKAN PAKAIAN ADAT NUSANTARA

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke 280 di warnai dengan penggunaan pakaian khas Nusantara. Seluruh pegawai intansi Pemerintah di lingkup Kabupaten Wonogiri, baik staf dan pejabat seluruhnya mengenakan pakaian khas, menurut pengamatan ada yang memakai adat Madura, Minangkabau, namun paling banyak mengenakan adat Jawa. Pria menggunakan beskap Jawa jangkep berkeris, dan perempuan mengenakan Kebaya berkonde. Tak kalah, begitupun dengan seluruh Pejabat dan Pelaksana KPU Kabupaten Wonogiri juga mengenakan pakaian adat Jawa. Pada hari jadi ke 280 ini, Kabupaten Wonogiri meneguhkan semangat Maju, Mandiri dan Sejahtera. Pada prinsipnya di usia yang sudah lebih dari 2 (dua) abad ini jajaran Pemerintah Kabupaten Wonogiri mempunyai semangat membangun Wonogiri dengan tujuan akhir Maju, Mandiri, dan Sejahtera. Pada kesempatan tersebut, Ketua dan Anggota KPU Wonogiri yang didampingi Sekretariat melaksanakan anjangsana dengan Bupati Wonogiri (Joko Sutopo) di ruang kerja Bupati Wonogiri. Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan di tengah pandemi peringatan Hari Jadi ke-280 Wonogiri dilakukan secara sederhana dan terbatas. Secara subtansi dalam satu rangkaian hanya ada tiga kegiatan yakni upacara, pemotongan tumpeng dan doa bersama.”Deklarasi hari jadi kami wujudkan dengan upacara, kultur dan budaya kami aplikasikan dengan pemotongan tumpeng serta dari sisi keagamaan kami lakukan doa bersama saat upacara. Tiga kegiatan ini kami jadikan satu untuk mempersingkat waktu,” kata dia sela-sela perbincangan. Pria yang akrab disapa Jekek itu mengatakan pada momen Hari Jadi Wonogiri 2021 tidak ada kegiatan ziarah kepada Raden Mas Said di Astana Giribangun dan sejumlah tokoh yang berperan penting terhadap Wonogiri. “Memang setiap kali hari jadi kami ada kegiatan ziarah ke sana. Namun di tengah pandemi ini, kami mengirimkan doa bersama dari Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri saja,” ungkap dia. KPU Kabupaten Wonogiri mengucapkan selamat hari jadi Wonogiri sekaligus halal bihalal secara langsung kepada Bupati selaku Pemangku wilayah Kabupaten Wonogiri. Selamat Hari Jadi Wonogiri, sesanti Tiji Tibeh, Mukti Siji Mukti Kabeh, Mati Siji Mati Kabeh seyogyanya dimaknai dengan sebuah kegotongroyongan untuk mewujudkan Wonogiri Maju, Mandiri dan Sejahtera.